BERBAGI
jokowinomics-ahok-jokowi

Jakarta, jokowinomics.com : Ahok yang notabene Kristen dan Tionghoa tidak pernah terpilih dan dipilih sebagai Gubernur DKI. Ahok menjadi Gubernur karena Jokowi jadi Presiden, dan yang membawa dan memilih Ahok adalah Jokowi sebagai

Gubernur bersama Ahok sebagai wakil Gubernur. Namun ternyata Ahok itu bagus. Namun Pemilihan Gubernur bulan April ini Ahok tidak terpilih lagi. Kemudian muncul berbagai macam analisa. Yang menarik analisa tentang kekalahan Ahok akan berlanjut kepada kejatuhan Jokowi. Mungkinkah?.

Mari kita lihat apa kata pasar.

Gerakan 411 dan gerakan gerakan lainnya seterusnya, dan setiap kali ada gerakan, pasar sama sekali tidak terpengaruh, INDEX SAHAM MANTAP, KURS RUPIAH JUGA STABIL. Berbeda dengan tahun 1998, adalah menteri luar negeri Amerika Serikat

Madeleine Allbright yang bernyanyi di pertemuan antara menlu Asean dan Menlu Amerika Serikat dengan judul lagu: “don’t cry for me Asean”. Isi syair nyanyian nya adalah sebagai berikut: Pria Asean ganteng ganteng, ketemu mereka di lapangan golf, maka nya saya kirim Soros masuk ke kawasan ini. Rupiah dari 2000rp per dolar AS, menjadi 4000, kemudian ke 8000 dan seterusnya 18.000.

Rakyat bakar bakar. Itu pun belum menjatuhkan pemerintah. Nanti setelah Madeleine Allbright mengatakan bahwa Pak Harto sebaiknya mundur dan tepat 2 minggu kemudian pak Harto mengumumkan pengunduran dirinya.

Berbeda dengan saat ini, sebelum memangku jabatan Presiden Donald Trump mengatakan tidak akan pernah lagi ikut campur dalam urusan Negara lain. Karena terlalu banyak masalah dan keterpurukan Amerika akibat terlalu banyak ikut campur di Negara lain.

Khusus untuk Negara Negara di Timur Tengah kalau anda minta bantuan, tidak boleh lagi tanpa biaya. Bahkan dalam tulisan kami “Maksimal 3 tahun Amerika akan Bangkrut” jelas sekali Amerika saat ini sedang berada di ambang kehancuran, bahkan dengan Presiden sekarang Donald Trump diperkirakan bangkrut nya Amerika akan cepat terealisasi.

Baca Juga : Maksimal 3 tahun Amerika akan Bangkrut

Jadi kalau ada analisa Allan Nairn tentang Amerika ingin melengserkan Jokowi, itu isapan jempol belaka, apalagi di kait2kan dengan pengusaha Hary Tanoe. Hary Tanoe saja waktu pelantikan Donald Trump tidak menadapat kursi khusus di podium tapi hanya di tempat kalangan rakyat biasa lainnya. Malah Wakil Presiden Amerika Serikat sengaja khusus dikirim Trump menghadap Jokowi. Heran tulisan Nairn kok diributkan.

Cerita di atas itu tentang pengaruh dari luar. Nah bagaimana pengaruh dari dalam negeri. Sudah banyak contoh bahwa demokrasi Indonesia kemajuan nya luar biasa dan tak tergoyahkan.

Pemilihan Presiden yang penuh kekhawatiran dan ketakutan sebelumnya ternyata pada hari pemilihan berjalan sangat mulus dan kondusif. Begitu juga dengan pemilihan gubernur yang di bayang bayangi akan ada tamasya dlsb, ternyata pada hari pemilihan, keadaan ibukota luarbiasa kondusif dan mulus. Bahkan tidak ada riak riak (demokrasi) sedikitpun.

Indonesia sudah melewati banyak pemilu dan pemilihan Presiden yang di baying bayangi isu2 menakutkan tetapi kenyataannya pada hari H nya ternyata suasana sangat aman dan sangat kondusif. Justru pengalaman Pemilihan Gubernur DKI kemarin membuktikan bahwa Negara

kita aman luar biasa dan tetap terkendali. Apalagi yang ditakutkan?.

Dari semua pembicaraan tersebut diatas, potensi ancaman dari luar dan dari dalam untuk menjatuhkan pemerintah yang sah, nampaknya hanya merupakan isapan jempol belaka dan sejarah membuktikan bahwa hanya Rupiah yang bisa mengguncangkan dan sangat mengancam kejatuhan pemerintah.

Bayangkan dalam sistim ekonomi yang dianut pemerintah sekarang yang serba bebas (lupa kepada janjinya untuk menjalankan Trisakti Soekarno) dan mengakibatkan semua kebutuhan pokok tergantung kepada impor, maka manakala Rupiah terpuruk maka dampaknya kepada perut rakyat akan sangat besar.

Waktu Krisis Moneter sejak 1996, kami pernah memperkirakan rupiah dari 2000 ke 4000, kemudian dari 4000 ke 8000, saat Rupiah berada pada level 8000 semua mengatakan bahwa level ini sudah merupakan level terlalu tinggi.

Tapi kami konsisten dan memperkirakan rupiah akan ke 18 ribu. pada saat rupiah mencapai 18 ribu per dolar AS dimana semua orang memperkirakan bahwa ‘sky is no limit’, dan memperkirakan bahwa rupiah akan ke 30ribu, kami mantap dan memperkirakan rupiah akan kembali ke 11ribu per dolar AS. Dan benar rupiah untuk hampir 2 dekade tetap berkisar antara 9000-12000.

Tahun 2013 kami memperkirakan Rupiah akan ke 15.000. Rupiah sempat ke 14.300 tahun 2015. Tapi kembali ke 13.300 sejak ada momentum right issue Malboro yang menguasai bisnis Sampoerna dengan bendera Templeton yang membeli rupiah di 14.300 sebesar 1,5 milyar dolar AS.

Sejak rupiah bertengger di level 13.300, BI dan OJK tongkrongin bank bank untuk tidak boleh membeli dolar untuk keperluan yang tidak jelas. Padahal Undang Undang Devisa Bebas. Kalau ada saja yang iseng dan membawa pertauran BI dan OJK ke Mahkamah Konstitusi maka dikhawatirkan Rupaih akan terpuruk ke level 15 ribu dan melorot sterusnya ke level 20 ribu.

Ini sangat berbahaya. Apa yang akan terjadi? Supermarket tutup dan saat dibuka kembali semua bahan pokok kebutuhan rakyat yang diimport akan meroket dan tidak terbayangkan apa yang akan terjadi. Sekali lagi bapak/ibu di DPR, hati hati dengan UU Devisa Bebas yang sudah disahkan sejak tahun 1999 lalu. Tapi antek antek IMF di pemerintahan dan di BI pasti tidak akan senang usulan ini. Yah terserah….sebelum nasi menjadi bubur….Semoga tidak terjadi…