BERBAGI
dollar jatuh
Ilustrasi © ARI/Jokowinomics

Jakarta, jokowinomics.com – Genap hampir 2 tahun lalu, redaksi jokowinomics.com berkesempatan mewawancarai Theo Toemion, tentang kejadian yang bakal mengguncang dunia dimana yang bersangkutan memperkirakan pada bulan oktober 2015 mata uang Cina Yuan akan masuk keranjang mata uang IMF yaitu Special Drawing Rights. Baca juga Jokowinomics.com judul : Menanti Pengumuman Besar di bulan Oktober 2015 yang akan mengguncang keuangan dunia, juli 13, 2015.

Meleset satu bulan ternyata baru bulan November 2015 IMF mengumumkan Yuan Cina menjadi mata uang keranjang IMF, Special Drawing Rights.

Saat ini kembali Redaksi jokowinomics.com mempunyai kesempatan untuk wawancara kembali dengan Theo Toemion tentang perkiraan Amerika akan bangkrut dan hancur termasuk mata uang nya.

Berikut petikan wawancaranya:

Q: Bagaimana perkembangan sektor keuangan global saat ini. Apa yang bisa anda ceritakan kali ini?

TFT: Wawancara kita terakhir tentang perkiraan pengumuman penting Yuan Cina masuk keranjang mata uang IMF yaitu SDR atau Special Drawing Rights yang sudah menjadi kenyataan pada bulan November tahun 2015 namun mengguncang dunia belum terlalu dirasakan maka saat ini boleh saya katakan bahwa suasana sekarang merupakan suasana tenang sebelum badai atau ‘calm before the storm’. Namun sebelum kita berbicara tentang perkembangan sektor keuangan global saat ini, mari kita lihat dulu kejadian kejadian terakhir di dunia dan di Amerika serikat belakangan ini. Minggu lalu London dilanda teror. Beberapa orang ditembak dan ditusuk, sebelumnya juga terjadi di Brusel, Belgia dan di Paris, Perancis. Di Amerika serikat  tahun 2014, Ferguson, Missouri, tahun 2015, Baltimore, Maryland, tahun 2016 Harney Basin, Oregon juga New York Dallas dan beberapa kejadian setelah Donald Trump menjadi Presiden.

Intinya saat ini Amerika sedang membara.

Saya sejak beberapa dekade ini melihat bahwa sejak komunis rontok, terorisme merupakan symbol dampak kesenjangan yang terjadi akibat paham kapitalisme, liberalisme dan neo kapitalisme dan neo liberalisme yang merajalela di muka bumi ini saat ini. Yang kaya akan menjadi sangat kaya sedangkan yang miskin akan semakin miskin, termasuk termajinal di kanca politik dunia. Jadi terror yang terjadi di Dunia dan di Amerika ini menjadi ‘symptom’ akan terjadi gonjang ganjing ekonomi global bahkan perekonomian dunia berada di ambang kehancuran akibat sistim yang dunia ciptakan sendiri.

Q: Tolong lebih spesifik tentang sinyalemen anda.

TFT:  Memang mustinya kita harus optimis karena memang ketakutan itu berjangkit (contagious), tapi kita juga harus realistik.

Diperkirakan sesuatu yang besar tapi tidak bagus dan jelek yang akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Ingat perusahaan perusahaan yang bangkrut saat krisis tahun 2008 akibat kerakusan dan tipu tipu bermain di pasar keuangan global, setelah akhirnya di ‘bail out’ pemerintah saat itu, sekarang sudah 25 persen lebih kaya dari sebelum krisis dan mereka menjadi semakin berbahaya.

Kalau di Indonesia konglomerat yang di tolong dengan dana APBN yang menjadi beban anak cucu kemudian hari, sekarang mereka bahkan sudah 3 kali lebih kaya dibandingkan sebelum krisis.

Nah, perusahaan perusahaan besar dengan alasan “to big to fail” dalam artian harus di tolong Negara di Amerika tadi menjadi semakin berbahaya dari sebelumnya. ( baca buku saya : ‘Economy ala Casino’).

Di saat bersamaan di Amerika banyak perusahaan swasta juga makin terlilit hutang. Ada sangat banyak perusahaan di luar perbankan yang di ‘down graded’ dalam 13 tahun terakhir. Banyak yang bangkrut dan tutup. Dan tentu mengakibatkan banyak pengangguran.

Q: kembali ke situasi keuangan global.

TFT: Ada hal hal yang sangat menarik untuk kita cermati tentang peranan mata uang Dolar Amerika yang sudah menjadi mata uang cadangan Negara Negara Dunia sejak tahun 1945.

Tahun1980 hutang Amerika masih sebesar 591 milyar dolar, setelah 3 setengah dekade kemudian sudah mencapai 20 triliun dolar. Dalam 8 tahun terakhir saja akumulasi hutang Amerika mencapai 8,5 triliun dolar. Dalam kurun waktu sejak 1980 sampai sekarang sudah 33 kali lipat dari akumulasi hutang Amerika dalam 204 tahun pertama Negara itu ada.  Juga dalam 6 tahun terakhir jumlah uang beredar melonjak 400 persen mencapai 5 kali lipat. Apalagi sejak Donald Trump menjadi Presiden dengan program untuk pengurangan pajak dan pembangunan infrastruktur diperkirakan dalam masa pemerintahan pertamanya akan menambah hutang sebesar 7 triliun lagi. Sesuatu yang mengerikan akan terjadi.

Q: Anda berbicara tentang dominasi atau peranan mata uang Dolar Amerika sejak tahun 1945. Apa yang terjadi sejak tahun 1945 sampai sekarang termasuk sistim moneter dunia. Akankah berubah?.

TFT: Mari kita lihat dulu sistim moneter dunia yang pernah terjadi dalam sejarah. Tahun 1914 pada saat perang dunia pertama dimana 17 juta orang tewas, semua Negara di dunia berperang kecuali Amerika. Di negara negara yang berperang, petani jadi tentara, perusahaan pembuat kapal komersial dan mobil mobil dipaksa membuat kapal kapal perang dan tank, pertanian menjadi ladang peperangan. Semua Negara mencetak uang untuk berperang dan membeli barang barang kebutuhan se hari hari termasuk membeli gandum/makanan dari Amerika dan Amerika menjadi kaya raya.

Kemudian tidak lama berselang terjadi lagi perang dunia kedua. Seluruh dunia melawan Jerman, Italy dan Jepang. Semua Negara sekutu membayar senjata dan makanan dengan emas.

Akhir perang dunia kedua Amerika sudah memiliki 2/3 dari total cadangan emas dunia. Dan ekonomi Amerika membesar empatkali lipat ganda.

Sejak tahun 1945 Dolar Amerika Serikat menjadi mata uang paling perkasa sejagat raya.

Tahun1946, setelah 22 hari pertemuan di Bretton Wood, dunia sepakat untuk sistim moneter Bretton wood dimana semua mata uang dunia di dukung oleh mata uang Dolar Amerika serikat, dengan hitungan setiap onz emas dihargai dengan 35 dolar AS.  Sehingga dengan demikian seluruh dunia memeroleh keyakinan  memakai dolar Amerika. Hanya ada kelemahan dari Bretton Woods dimana sistim moneter ini tidak memiliki reserve ratio/ ratio pencadangan emas dan tidak memperhitungkan faktor inflasi.

Adalah Charles De Gaulle, presiden Perancis yang pertama mensinyalir bahwa bahwa Amerika sesungguhnya saat itu sudah tidak memiliki emas yang cukup untuk mem ‘back up’ mata uang dolar Amerika Serikat tersebut.

Jadi Amerika yang hanya terus mencetak uang dan terus menambah hutang dan ironis nya yang membayar hutang Amerika adalah Negara Negara di dunia yang memakai mata uang dan menyimpan dolar. Sangat tidak fair dan berbahaya.

Periode 1959 sampai 1971 Amerika sudah kehilangan hampir 50 persen cadangan emasnya. Dan akhirnya tahun 1971 presiden Amerika Richard Nixon menghentikan ‘convertibility’ dari Dolar Amerika ke emas dan bekerja sama dengan IMF untuk menciptakan sistim meneter internasional baru. Sejak saat itu nilai dolar tidak lagi di back up dengan cadangan emas.

Kembali dolar menjadi sangat perkasa. Tahun 1971 sampai 1973 dimana Opec yaitu kelompok Negara Negara penghasil minyak terbesar di dunia mulai mengkutip harga minyak dalam dolar Amerika. Semua harga komoditi dunia dikutip dalam dolar Amerika Serikat.

Sejak Bretton Wood kemudian Nixon, dan meletusnya bubble dot com Amerika yang disusul oleh peristiwa serangan 11 September 2001 sampai krisis 2008, Amerika secara massif mencetak uang terus menerus secara gila gila an,

Namun semua ini segera akan berakhir.

Q: Maksudnya?

TFT: Sejarah kuno membuktikan dan masih memiliki relevansi dengan kejadian saat ini. Pada zaman masyarakat kuno (Athena, Yunani kuno) uang koin emas yang dikeluarkan pemerintah saat itu sesuai dengan  harga emas, lama kelamaan ketika Negara mengalami krisis muncul kecurangan kecurangan dimana nilai koin emas yang tadinya dari emas murni mulai dicampur perak dan cooper alias tembaga. 1 koin emas bisa dicetak 11 coin campuran emas, perak dan tembaga akibatnya harga meningkat 10 persen.

Sejarah membuktikan bahwa manakala terjadi krisis dan Negara mulai  mengalami hyperinflasi dan “de basement” dari mata uang nya, sejarah kembali sudah membuktikan bahwa inilah penyebab kehancuran dari kerajaaan kerajaan besar kuno  dahulukala.

Ini yang disebut sebagai monetary strategy alias strategi moneter dimana pada saat Negara mengalami krisis muncul yang disebut ‘taktik desperado’. Dan ini juga yang dipakai sebagai taktik bank sentral Amerika saat ini melalui ‘Quantitative Easing’.

Q: Apapula yang dimaksud dengan mencetak uang secara gila gilaan, taktik ‘Quantitative Easing’ dan apakah saat ini Amerika sedang mengalami ‘de basement’ dari mata uangnya sehingga anda bisa meramal tentang kehancuran Amerika termasuk mata uang nya?

TFT: yah persis sekali. Inilah yang saat ini dialami oleh Amerika.

Amerika saat ini mencetak uang secara terus menerus  dan gila gilaan.  ‘Quantitative Easing’ yang dalam pengertian om Google adalah kebijakan moneter ‘unconventional’ dimana bank sentral membeli surat surat berharga pemerintah atau surat surat berharga lainnya dari pasar untuk dalam rangka upaya nya menurunkan suku bunga dan memperbanyak jumlah uang beredar

Namun sebetulnya QE pengertian kerennya ( ‘fancy term’) adalah menciptakan uang dari antah berantah (out of the thin air).

Sejatinya uang itu merupakan hasil dari kontrak sosial. Pekerja membuat sesuatu yang bernilai dan memperdagangkannya sehingga menciptakan uang. Kalau kita sudah memiliki uang maka kita bisa membayar sesuatu atau mengeluarkan cek untuk membayar sesuatu. Tentunya kalau kita menarik cek, dana harus ada dan tersedia di bank.

Lain halnya dengan Bank sentral Amerika atau yang disebut Federal Reserve Bank yang saya singkatkan the Fed. Kalau the Fed menulis cek ironis nya ternyata tidak perlu menyiapkan deposit/simpanan di bank dimana cek ditarik.

Yang terjadi saat ini sesungguhnya kalau bank sentral Amerika mengeluarkan cek dengan arti secara harafiah sebetulnya dia secara licik membuat sihir dengan membuat uang yang asalnya dari antaberantah.

Dan inilah persis seperti yang dilakukan oleh bank sentral Amerika sejak tahun 2013 lalu. Dengan tingkat pengeluaran mencapai 85 milyar dolar setiap bulan. Inilah yang dimaksud dengan tipu tipu Quantitave Easing.

QE sebetulnya dapat dilihat dan di mengerti dalam 4 langkah sangat sederhana sebagai berikut:

  1. Menciptakan uang dari antah berantah dengan maksud untuk membeli Treasury Bonds (obligasi Pemerintah) atau mortgage back securities (surat surat berharga dengan jaminan mortgage/pinjaman perumahan.
  2. Fed mengumumkann kepada bank bank besar bahwa mereka bersedia membeli misalnya 40 milyar dolar dalam bentuk Treasury Bonds.
  3. Bank bank yang tau sebelumnya bahwa bank sentral akan membayar mereka dan kemudian mereka bergegas memborong sejumlah Treasury Bonds. Ini yang disebut ‘front running’.
  4. Bank bank kemudian berupaya untuk menaikkan harga harga surat surat berharga yang mereka miliki dan menjualnya kepada the Fed dengan keuntungan yang sangat besar.

Semua happy, dan berlanjutlah acara gawean nya.

The Fed membeli obligasi dan serta merta harga obligasi meningkat. Terjadilah pembelian asset besar besar sesuai penggunaan  fungsi anggaran/budget yang sangat besar dari the Fed semata mata untuk menerciptakan pasar yang sangat kuat untuk surat surat hutang. Apalagi di saat sukubunga sangat rendah, bank bank memperoleh uang tanpa risiko sama sekali. Sebaliknya the Fed. mencetak setumpuk uang segar tunai yang dicetak dari antah berantah dan masuk ke sistem perbankan dan langsung dengan sendirinya meningkatkan harga surat berharga obligasi, saham dan termasuk harga harga property. Dan tentunya terus membuat suku bunga semakin rendah.

Ini di kategorikan sebagai win, win, win solusi dan semua pihak memuji kebijakan the Fed dan menyukai dan sangat mencintai the Fed khususnya yang dinamakan pasar termasuk buku cek yang dimiliki the Fed yang magis tadi. Fed terus mencetak uang untuk stimulus bagi pasar modal.

Tidak perlu untuk menjadi professor ekonomi dulu untuk bertanya sampai berapa lama the Fed akan terus mencetak uang seperti ini dan apa tanggung jawab nya terhadap dampak kebijakan tersebut.

Dan ini tidak boleh berlanjut karena hanya akan membuat nilai dolar Amerika hancur. Mustinya QE dimaksudkan sesuai fungsinya yaitu untuk melempar uang keluar dari pintu bank sentral atau the Fed.

Jika the Fed memutuskan untuk menghentikan membanjirkan uang cuma cuma ke dunia dan kemudian sebaliknya mulai meminta balik uangnya dengan menjual asset asset surat berharga yang dimilikinya maka bencana alias catastrophe akan terjadi.

The Fed akan meminta kembali uangnya dari bank bank dan akan kembali menyerahkan surat surat berharga yang dibelinya yang keburu membanjiri pasar maka yang terjadi adalah harga harga surat berharga yang membanjiri pasar akan menukik harganya.

Saat bersamaan pemerintah Amerika akan menjual kembali obligasi pemerintah yang baru dalam jumlah besar ke pasar dan surat surat berharga yang sudah dibeli the Fed, kalau the Fed tidak mau membelinya lagi itu sama saja dengan mengurangi suplai uang ke pasarn dan hasilnya sukubunga akan melonjak naik, harga surat surat berharga secara masif akan jatuh termasuk obligasi pemerintah, juga saham saham dan pasar properti.

Dan semua yang direkayasa oleh the Fed sejak tahun 2008 akan hancur dalam hitungan bulan.

Jadi untuk tetap mempertahankan kemakmuran Amerika maka the Fed hanya akan terus menciptakan uang dari antah berantah.

Kalau the Fed berhenti mencetak uang maka perekonomian Amerika kolaps. Dan kalau the Fed terus mencetak dolar maka nilainya juga pasti hancur, cepat atau lambat.

Terbukti bahwa selama 20 tahun terakhir the Fed selalu salah dalam setiap perkembangan berarti dari perekonomian Amerika. ( Baca buku Casino Economy ), khususnya dalam kebijakan menghadapi internet/dot.com bubble, housing bubble, Alasan the Fed waktu krisis subprime mortgage adalah bangkrut nya Lehman brothers.

Sangat menakutkan…

Q: Sesudah menyadari tipu tipu  QE apa masih ada lagi kah yang lebih menyeramkan?.

TFT: Yah. Bilateral Swap Agreement. Pada saat krisis Negara yang mata uangnya diserang dan babak belur, banyak yang mencari bantuan Negara lain khususnya yang lebih kaya untuk saling mengikat diri dalam perjanjian yang kita sebut sebagai ‘bilateral swap agrrement’. Yaitu manakala mata uang mereka di serang lagi maka mereka dapat menarik Dolar Amerika Negara kaya sesuai perjanjian bilateral swap agreement untuk membantu mempertahankan mata uang mereka saat diserbu. Namun yang sangat menakutkan saat ini sudah hampir 30 negara yang mewakili lebih dari 60 persen dari GDP dunia sudah  membuat perjanjian ‘bilateral swap agreement’ justru dalam denominasi Yuan China.

Dan ini merupakan tindakan secara terang terang an untuk menghancurkan sekaligus mem by pass dolar Amerika.

Dan ini sudah menjadi kenyataan sejak krisis 2008 lalu. Sampai tahun 2008 dunia masih tetap memakai dolar AS sebagai mata uang perdagangan dunia.

Sekarang Negara Negara emerging terkaya dunia saat ini sudah bersatu dan seutuhnya sudah mengganti mata uang cadangan devisa nya dengan tidak lagi memakai dolar AS.

Sistem moneter dunia sudah mulai berganti. Semua bermula dengan matinya dolar AS.

Katanya perkembangan ekonomi dunia mengikuti siklus.

Juga dikatakan “sejarah berulang’ dan memang dapat sudah diramal/diperkirakan.

Setiap 30 sampai 40 tahun sistim moneter dunia selalu berganti.

1920-1940 : gold reserve standard

1940-1972 : Bretton Wood System

1972- sekarang :  Dolar Amerika Serikat menjadi mata uang cadangan devisa Negara Negara dunia yang menjadi jangkar seluruh mata uang dunia.

Namun inilah yang terjadi sejak tahun 2000 an :

  • 2000-2003: Irak mulai menjual minyak dalam Euro. negara pertama yang secara aktif mencoba mem by pass petrodollar.
  • 2008 saat krisis keuangan dunia : 1,25 triliun dolar AS menambah base money debt Amerika dan dunia mulai mencermati kejadian ini dan mulai mencari alternative dalam mengganti dolar sebagai mata uang perdagangan mereka.
  • Iran mengakhirir penjualan minyak dalam dolar AS.
  • China dengan Negara mitra dagang nya mulai memakai Yuan dan bukan dolar AS.
  • QE ronde kedua dimana 600 milyar dolar menmbah hutang Amerika, dan dunia mulai menghindari pemakain dolar AS.
  • Libya mulai menjual emas dalam dinar.
  • China/Rusia mem by pass dolar AS.
  • Presiden Cina sesumbar cadangan devisa dalam dolar AS merupakan produk masa lalu.
  • Cina/Iran by pass dolar AS.
  • Cina/Jepang berdagang langsung tanpa memakai dolar AS.
  • India/Jepang by pass dolar AS.
  • Rusia/Iran berdagang langsung.
  • Iran menjual minyak dan komoditi lainnya dengan Indian Rupee.
  • China/Brazil berdagang langsung.
  • QE ronde ke 3 rhe Fed terus mencetak uang 80 milyar dolar AS per bulan.
  • Cina secara utuh by pass dolar As
  • Rusia bypass dolar AS.

Tebak siapa pemicu semuanya ini??

Dia lah Negara dimana Amerika paling banyak berhutang  dan saat ini sudah melampaui ekonomi Amerika Serikat yaitu : Cina.

Amerika serikat berhutang kepada Cina sebesar 1,5 triliun dolar AS. Melebihi jumlah kumpulan pajak Amerika.

Cina tidak bodoh, mereka meningkatkan pendidikan dan mulai memainkan permainan serius melalui permainan catur untuk ekonomi global.

Cina tau bahwa Amerika sudah terperangkap dan Amerika sudah punya hutang banyak dan Cina tau bahwa Amerika tidak akan sanggup membyarnya kembali.

Pendekatan mereka saat ini adalah menciptakan perang mata uang dengan Amerika. Cina sesumbar bahwa mereka ingin menciptakan mata uang dominan yang baru dan menyodok peranan mata uang Amerika Serikat dari cadangan devisanya sementara bersamaan juga menyelamatkan uang mereka sebesar 1,5 triliun dlar AS dari Amerika secepat mungkin.

Cina menganjurkan terciptanya suatu mata uang yang terdiri dari keranjang mata uang  yang dikontrol ole IMF dengan tujuan menggapai tujuan menyelamatkan perekonomian global dan mencapai stabilitas keuangan dunia.

Yuan Cina harus menjadi mata uang global dengan menciptakan perjanjian dagang dan sekaligus menggantika dolar AS.

Dan ini sudah terjadi.

Maklum Yuan Cina sudah menjadi mata uang keranjang mata uang IMF.

Pengusaha dunia dan investor sudah mulai meninggalkan dolar AS.

Dan tentunya ini menjadi ancaman untuk orang orang yang banyak menyimpan dan memakai dolar AS.

Dunia sudah bosan dengan dolar AS dengan sukubunga yang sanagt rendah dan menjadikan yuan Cina sebagai mata uang untuk berhutang dan Dunia mulai meminati ‘dim sum’ bonds, atau obligasi dim sum.

Sekarang kita sangat yakin bahwa dolar AS sudah selesai dan berakhir zaman keemasannya.

Kembali lagi apakah Yuan akan di ‘back up, oleh emas lagi?

Apabila ini terjadi maka Yuan Cina akan segera menjadi mata uang sangat berharga dan terkuat sejagat.

Tidak tanggung tanggung, Cina saat ini menginvestasikan  90 persen surplus perdagangan nya dengan membeli emas. Tahun 2012 cadangan emas Cina tertinggi di dunia diikuti  Australia, Amerika, Rusia, Peru, Afrika Selatan Canada, Mexico, Ghana baru Indonesia

Dengan demikian stock emas Cina yang sangat banyak akan membuat Yuan akan sanggup di ‘back up’ emas sebagaimana tradisi  lebih dari 5000 tahun sejarah peradaban manusia.

Kalau ini terjadi dimana dolar As kehilamgan pengaruh dalam kancah  panggung percaturan bisnis dunia maka  yang terjadi adalah kebutuhan  dasar masyarakat Amerika  meningkat harganya dua kali lipat. Pajak makin mahal, gaji tetap dan tidak cukup pension untuk dinikmati di hari tua.

Amerika hancur…Bukan tidak mungkin banyak orang amerika lari ke luar negeri , membeli tanah di luar negeri dan paling tidak mulai meyimpan uang nya di luar negeri.

Q: Lalu Kesimpulannya seperti apa Pak Theo?

TFT: Ingat pada saat krisis kekayaan tidak akan lenyap, hanya berpindah tangan… Inga inga…