Beranda Redaksi

Redaksi

Pada masa kampanye, Joko Widodo –atau lebih dikenal akrab dengan panggilan Jokowi-, bersumpah akan menjalankan pemerintahannya dengan mengusung sebuah ideologi luar biasa yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno.

Lantas apakah sebenarnya ideologi TRISAKTI SOEKARNO itu sendiri?
Tiga pilar Trisakti adalah :

  • Berdaulat di bidang politik.
  • Berdikari di bidang ekonomi.
  • Berkepribadian yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan Indonesia.

Tuah Trisakti Soekarno kemudian terbukti dengan diadopsinya ideologi ini oleh beberapa negara, pasca terselenggaranya Konferensi Asia Afrika , 18-24 April 1955, di kota Bandung Jawa barat.

Namun dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa sampai saat ini, marwah Trisakti Soekarno seakan luntur dan tergerus, akibat kelengahan (baca: kedunguan serta kepongahan) dan “kekaguman” negeri ini terhadap dunia Barat. Lemahnya fondasi tatanan budaya bangsa, tercermin jelas dari hal ini.

20 Oktober 2014 saat diambil sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia, Jokowi kemudian berjanji di depan rapat Paripurna MPR yang terdiri dari seluruh anggota DPD dan DPR RI, untuk menjalankan pemerintahannya dengan mengusung konsep Trisakti Soekarno.

Melihat hal ini, portalwww.jokowinomics.com ini hadir untuk menjalankan fungsi-fungsi media, yang notabene merupakan pilar ke empat dari sebuah negara setelah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Melalui pemberitaan yang independen, masyarakat Indonesia yang sejatinya adalah stake holder bangsa ini, akan dapat melihat, mendukung, mengawal sekaligus mengkritisi apakah benar Joko Widodo masih setia, utuh dan benar menjalankan janji yang ia ucapkan ketika mulai mengemban mandat mulia memimpin bangsa Indonesia.